Section § 6200

Explanation

Undang-undang ini mewajibkan lembaga publik, perusahaan asuransi mereka, dan Departemen Rehabilitasi Negara Bagian untuk bekerja sama menciptakan proses seleksi dan rujukan bagi pegawai publik purnawaktu yang cedera untuk layanan rehabilitasi. Tujuannya adalah membantu pegawai ini dilatih kembali untuk pekerjaan lain dalam layanan publik. Departemen Rehabilitasi juga bertanggung jawab membantu merancang dan melacak keberhasilan program-program ini. Pada akhirnya, tujuannya adalah membantu lembaga publik mempekerjakan kembali pegawai mereka yang cedera ke dalam peran yang sesuai dan produktif.

Setiap lembaga publik, perusahaan asuransinya, dan Departemen Rehabilitasi Negara Bagian harus bersama-sama merumuskan prosedur untuk seleksi dan rujukan yang teratur bagi pegawai publik purnawaktu yang cedera yang mungkin dapat memperoleh manfaat dari layanan rehabilitasi dan dilatih kembali untuk posisi lain dalam layanan publik. Departemen Rehabilitasi Negara Bagian harus bekerja sama dalam merancang dan memantau hasil program rehabilitasi bagi pegawai penyandang disabilitas. Tujuan utama divisi ini adalah untuk mendorong lembaga publik agar mempekerjakan kembali pegawai mereka yang cedera dalam pekerjaan yang sesuai dan menguntungkan.

Section § 6201

Explanation

Ang mga tagapag-empleyo o ang kanilang mga tagapagbigay ng seguro ay dapat magbigay-alam sa mga nasugatang manggagawa tungkol sa mga magagamit na serbisyo sa rehabilitasyon kung ang kapansanan ng manggagawa ay magpapatuloy nang hindi bababa sa 28 araw. Ang abisong ito ay dapat ibigay kapag natanggap ng manggagawa ang kanilang retroactive na bayad para sa kanilang unang araw ng kapansanan, lalo na sa mga kasong may kinalaman sa 28-araw na panahon ng kapansanan o pagpapaospital. Bukod pa rito, isang kopya ng abisong ito ay dapat ipadala sa Kagawaran ng Rehabilitasyon ng Estado.

Ang tagapag-empleyo o tagadala ng seguro ay dapat magbigay-alam sa nasugatang empleyado tungkol sa pagkakaroon ng mga serbisyo sa rehabilitasyon sa mga kaso kung saan may patuloy na kapansanan ng 28 araw at higit pa. Ang abiso ay dapat ibigay sa oras na bayaran ang empleyado nang retroaktibo para sa unang araw ng kapansanan (sa mga kaso ng 28 araw ng patuloy na kapansanan o pagpapaospital) na dati nang hindi nabayaran. Isang kopya ng nasabing abiso ay dapat ipadala sa Kagawaran ng Rehabilitasyon ng Estado.

Section § 6202

Explanation

Esta sección de la ley establece que iniciar un plan de rehabilitación después de una lesión laboral es una responsabilidad compartida entre el empleado lesionado y su empleador o la compañía de seguros.

La iniciación de un plan de rehabilitación será responsabilidad conjunta del empleado lesionado y del empleador o de la compañía de seguros.

Section § 6203

Explanation

Jika rencana rehabilitasi pekerja yang cedera mengharuskan mereka untuk belajar atau mendapatkan perawatan medis jauh dari rumah, mereka harus menerima tunjangan subsisten selain pembayaran cacat sementara mereka. Tunjangan ini dimaksudkan untuk menutupi biaya hidup penting saat mereka jauh, dan itu tidak sama dengan kompensasi kehilangan upah. Memutuskan apakah tunjangan ini diperlukan akan menjadi bagian dari pembuatan rencana rehabilitasi.

Jika rencana rehabilitasi mengharuskan karyawan yang cedera untuk menghadiri fasilitas pendidikan atau medis jauh dari rumahnya, karyawan yang cedera tersebut akan dibayar tunjangan subsisten yang wajar dan perlu selain dari ganti rugi cacat sementara. Tunjangan subsisten tidak akan dianggap sebagai ganti rugi maupun sebagai pengganti pendapatan yang hilang, melainkan sebagai jumlah yang wajar dan perlu untuk menopang karyawan. Penentuan kebutuhan dalam kasus tertentu akan ditetapkan sebagai bagian dari rencana rehabilitasi.

Section § 6204

Explanation

If an injured worker agrees to follow a rehabilitation plan, they must actively participate and adhere to it. If they unreasonably refuse to cooperate, they risk losing support payments until they comply. However, their disability payments will not be affected by this suspension.

An injured employee agreeing to a rehabilitation plan shall cooperate in carrying it out. On his unreasonable refusal to comply with the provisions of the rehabilitation plan, the injured employee’s rights to further subsistence shall be suspended until compliance is obtained, except that the payment of temporary or permanent disability indemnity, which would be payable regardless of the rehabilitation plan, shall not be suspended.

Section § 6205

Explanation

Jika seorang karyawan cedera di tempat kerja, mereka dapat membuat rencana rehabilitasi dengan majikan atau perusahaan asuransi majikan tanpa memerlukan persetujuan dari Departemen Rehabilitasi Negara Bagian. Rencana-rencana ini tidak akan membebani negara dengan uang dari Dana Umum Negara Bagian.

Karyawan yang cedera dapat menyepakati rencana rehabilitasi dengan majikan atau penanggung asuransinya tanpa menyerahkan rencana tersebut untuk persetujuan kepada Departemen Rehabilitasi Negara Bagian. Penyediaan layanan berdasarkan rencana tersebut tidak akan membebani Dana Umum Negara Bagian.

Section § 6206

Explanation
Ĉi tiu leĝo deklaras ke vundita dungito rajtas ricevi la medicinan kaj profesian rekapabligon kiun ili bezonas por reveni al taŭga laboro.

Section § 6207

Explanation

[TL] If an employee gets hurt and is eligible for rehabilitation benefits, these benefits are extra and can't take the place of any other workers' compensation benefits they are entitled to receive.

[TL] The injured employee’s rehabilitation benefit is an additional benefit and shall not be converted to or replace any workmen’s compensation benefit available to him.

Section § 6208

Explanation
Sinasabi ng batas na ito na ang pagsisimula o pagsali sa isang programa ng rehabilitasyon ay ganap na boluntaryo para sa sinumang kasangkot, kabilang ang tagapag-empleyo, ang kumpanya ng seguro, o ang empleyadong nasaktan. Walang sinuman ang pinipilit na lumahok.